Cinta Rasul

Cinta Rasul

Senin, 17 September 2012

Ku Berhijrah

Sudah beberapa hari ini aku merasakan suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. "Ku berhijrah", berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Bukan karena tempat yang lama tidak baik dan nyaman untukku, tapi karena ada beberpa hal yang memaksaku untuk angkat kaki dari rumah lama tersebut. Mudah-mudahan hijrahku ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk seterusnya. Amin

Temen-temen pasti pengen tau kan, sebenarnya apa sih alasan yang membuatku hijrah alias pindah dari apartemen lama ke aparteman baru yang lebih wah, tapi punya rakyat. (wah kayak pejabat penting jah nih),..hehe, tapi Aku kan emang orang penting, orang sibuk, keberadaanku diperhitungkan dan kesibukanku juga dibutuhkan….hehe, o0pzz santay sob, jangan langsung sinis gitu…emang kenyataannya gitu kok, hehe..

Berhijrah dari kota H-10 ke H-9 bukan semata-mata tanpa tujuan, karena ada 2 faktor yang menyebabkan aku harus hijrah. Pertama, karena rumah yang lama akan segera dijual oleh tuan rumah, kemudian alasan kedua, karena tahun ini aku diberi amanah yang mengharuskanku menempati rumah dinas, (ciee…hehe), di sekretariat KSMR (Kelompok Studi Mahasiswa Riau) Mesir.

Amanah tentu tidak boleh diabaiakan dan tanggung jawab harus dilakasanakan. Nah sebagai bentuk keseriusan dalam melaksanakn tugas tersebut, maka aku ditempatkan oleh ketua di rumah Riau, agar lebih mudah fokus dan bergerak penuh di bidang tersebut. Bagiku tugas tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya, walau demikian aku akan tetap berusaha (do’a dan kerja keras) semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik kepada KSMR dan teman-teman semuanya, tentunya dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai elemen yang ada di sini.

Jika tahun lalu aku diamanahi menjadi Pemred buletin Al-Jauhar KSMR (Kelompok Studi Mahasiswa Riau), tahun ini aku diberi kepercayaan untuk menjadi koordinator pendidikan KSMR. Membawahi bidang pendidikan di kalangan orang-orang yang berpendidikan bukanlah hal yang mudah, karena aku sadar betul bahwa kapabelitasku dalam pendidikan dan keilmuan masih sangat jauh dibanding teman-teman Riau yang lain, apalagi senior-senior yang sudah banyak makan asam garam di Mesir ini, tapi paling tidak ini dapat memberikan suntikan semangat untuk lebih giat lagi menimba ilmu di sini dan ini juga merupakan ajang perlombaan Akhirat yang insya Allah bernilai kebaikan “Fastabiqul khairat” dalam menambah khazanah keilmuan di negeri Kinanah ini.

Dulu aku sempat berfikir, bahwa menjadi “orang sibuk” itu sepertinya menyenangkan. Menghadiri undangan sana sini, rapat sana sini, apalagi kalo jadi pejabat yang kerjanya keluar masuk negara, mersemikan tempat-tempat penting, kunjungan ke sanalah, kunjungan ke sinilah, macem-macem deh.hehe (bagi yang enak mungkin enak bagi sebagian ya mungkin gak juga).

Ehm,.Masivers abiezz...hee

di Kawasan inilah sekarang aku tinggal


Tapi kini aku sedikit ingin merubah anggapanku yang dulu, "Barangkali enak jdi orang sibuk, jika mampu mengatur waktu dengan baik". hehe.. Jadi orang sibuk itu seperti  jadi manusia instan, serba siap saji, bahkan untuk istirahat, baik tidur atau makan yang menjadi kebutuhan pokok terhadap badan saja tak teratur dan gak keurus, tapi semua itu tergantung seseorang dalam me-manage waktu juga. makanya ketika seseornag bisa men-tanzhim (mengatur) waktunya dengan baik, maka hakikatnya ia sudah mencapai separuh dari kesuksesannya, karena kesuksesan itu selalu dilihat dari proses seseorang dalam meraihnya. Oleh karena itu kemampuan seseorang dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan baik, sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan ia peroleh.  Lantas apakah aku sesibuk itu..?? haha, ya klo aku sih masih biasa-biasa aja, namanya juga “Sok sibuk”…hehe




Sebenanrya yang terpenting dari sebuah tanggung jawab itu adalah bagaimana kita bisa merealisasikannya dengan baik, sehingga tujuan utamanya bukan “pencitraan”  atau sekedar mencari nama baik, tapi lebih kepada kinerja dan hasil yang bisa dirasakan oleh orang lain, nah disitulah kita bisa menjadi manusia baik tanpa harus mencari nama baik “Khairunnas anfa’uhum linnas” sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia yang lainnya.

Roda akan terus berputar, yang kini memimpin suatu saat bisa jadi dipimpin oleh yang lain. Insya Allah pelantikan akan dilaksanakn tgl 19 September 2012, itu berarti aku beserta 3 orang rekanku di bidang pendidikan, brother Dzuratul khairi dan M Al Fajri, akan mulai bertugas dibawah kepemimpinan Ust Arzil Yusri selaku ketua organisasi KSMR  periode 2012-2013.

Ini semua adalah pembelajaran bagi aku pribadi dan kita semua tentunya dalam memahami arti dari sebuah “Amanah” dan tanggung jawab. Walau bagaimanapun aku tetap selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan, terutama amanah ini yang akan aku emban selama 1 tahun ke depan. Dengan harapan dan do’a semoga Allah selalu membimbing kita semua dalam kebaikan serta selalu memberikan kemudahan dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Amin

Rumah Riau Mesir H-9
Ini Alamat Apartemen kami (KSMR)










#Semangat,...!!! Bravo untuk KSMR 1 tahun ke depan....>>

H-9 Nasr City, Cairo
17-9-2012


Sabtu, 15 September 2012

Syukur (Alhamdulillah)


Tanggal 29 Agustus 2012 adalah hari yang sangat bahagia bagiku. Setelah sekian lama menanti, kurang lebih hampir 2 bulan lamanya, akhirnya nilai ujianku turun juga, "Alhmdulillah, lakassyukru walakal hamdu ya Rabb" hanya kata-kata itu yang mampu terucap dari bibirku ketika mendengar namaku lulus dalam ujian tingkat 2 dan naik ke tingkat 3 di Universitas Al-Azhar Cairo.

Mungkin sebagian teman-teman yang kuliyah di Indonesia bertanya-tanya, kenapa bagi mahasiswa Azhar kelulusan di Azhar itu menjadi suatu hal yang sangat fenomenal? ceritanya panjang kawan, tapi yang jelas, ujian di Azhar tidak seprti ujian semester  yang ada di Universitas-universitas  di Indonesia. Di sini (Cairo) tidak ada sistem semester pendek, terus juga kalau misalnya gak lulus lebih dari 2 pelajaran maka tidak bisa naik tingkat dan harus ngulang 1 tahun lagi di tingkat atau semester yang sama. Bayangin jha coba seremnya…heheh, makanya gak heran sih, banyak diantara mahasiswa yang studi di sini bisa bertahun-tahun kayak si Azam KCB atau mungkin lebih dari itu.(Na'udzubillah)."Hmm, tu kan jadi panjang deh ceritanya, oke deh lanjut.

Rasa khawatir yang selama ini selalu menghantui fikiranku terjawab sudah, walau tidak mendapatkan predikat mumtaz (Istimewa) atau jayyid jiddan (Sangat baik) tapi minimal najah dengan nilaijayyid  (Baik) sudah merupakan nikmat terbesar bagiku. "Fa bi ayyi aalaa irabbikuma tikadziban ?

Hidup adalah belajar. Belajar untuk menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan, sungguh nikmat Allah sangat luas, rasanya suatu hal yang sangat mustahil bagi kita untuk bisa berada di dunia yang fana ini tanpa curahan rahmat dan nikmat dariNya, itulah sebabnya bersyukur menjadi perkara yang wajib bagi kita selaku hambaNya sebagai bentuk terimakasih kita kepada Sang Khaliq yaitu Allah ‘Azza wajalla.

Berbicara tentang syukur, ulama abad ke 8 Ibnul Qayyim pernah mengatakan, Syukur itu adalah “Al-I’tiraf bin ni’matil mun’im wa ‘ala wajhil khudu’ “  langkah pertama dari syukur itu adalah: Mengakui adanya nikmat itu sendiri. Contohnya kita najah (sukses) dalam imtihan (ujian), nah mengakui najah itu sebagai nikmat, itu adalah langkah syukur yang pertama. Contoh lain misalnya: kita memiliki mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara , kaki untuk berjalan dan lain sebagainya, mengakui adanya itu semua sebagai nikmat, itu merupakan tahapan syukur kita yang pertama.

Langkah berikutnya adalah: Meyakini bahwa nikmat itu dari Allah SWT. Kita meyakini bahwa nikmat yang kita rasakan berasal dari Allah SWT, dan mustahil jika tanpa seizinNya  kita bisa merasakan nikmat-nikmat tersebut. Ketika kita mengakui bahwa najah (sukses) itu adalah sebuah nikmat, maka kita juga meyakini bahwa tidak ada yang bisa memberikan nikmat najah itu kecuali Allah SWT, begitu juga halnya ketika kita mengetahui bahwa mata, telinga, mulut, kaki dan lain sebagainya itu sebagai nikmat, maka kita percaya bahwa tidak ada satupun yang bisa memberikan semua itu kecuali Allah‘Azza wajalla.

Kemudian langkah selanjutnya adalah: ‘Ala wajhil khudu’, Keberadaan nikmat tersebut menjadikan kita semakin tunduk dan taat kepada Allah SWT. Selain itu para ulama juga membagi syukur  dalam 3 tahapan, yang pertama: As-syukru bil qalbi (Syukur dengan hati), yaitu mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT, sehingga menjadikan dirinya semakin dekat dan cinta kepada Allah.

Kemudian yang ke-2 adalah: As-syukru bil lisan (Syukur dengan lisan/ucapan). Seorang hamba yang bersyukur kepada Allah ia akan selalu mengucapkan “Alhamdulillahirabbil ‘Alamin” atas segala nikmat yang ia rasakan.  Memuji Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut, kemudian ia “Tahadduts bin ni’mah” sebagaimana yang Allah firmankan “Wa amma bini’mati rabbika fa haddits” menceritakan nikmat tersebut  kepada orang lain agar mereka dapat mengikuti kebaikan yang ia lakukan tanpa rasa riya dan takabbur.

Tahapan ke-3 adalah: As-syukru bil jawarih (Syukur dengan anggota tubuh/perbuatan) artinya adalah semua nikmat yang telah Allah berikan digunakan untuk hal-hal yang diridhai oleh Nya. Nikmat sehat yang ia miliki digunakan untuk meningkatkan amalan-amalan sunnah, dengan nikmat harta yang ia punya, Ia semakin rajin bersedekah dan masih banyak lagi amal perbuatan  yang dapat mendatangakn ridha Allah SWT.

Jika 3 dimensi  tersebut dapat kita lakukan, "Qalbu, lisan dan jawarih" kita selaras dan sejalan, maka janji Allah dalam Al-Qur’an akan kita dapatkan “Lain syakartum, la azidannakum, walain kafartum inna ‘adzabi lasyadid”  jika bersyukur dengan nikmatKu, maka akan Aku tambah, jika tidak pandai bersyukur atas nikmat dariKu, maka ketahuilah azabKu sangat pedih. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk ke dalam golongan hambaNya yang bersyukur  yang mampu menselaraskn Hati, lisan dan perbuatn  untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, sehingga Allah tambahkan nikmat-nikmatnya dan dijauhkan dari segala azab dan siksanNya Amin. "Wallahua'lam bishawab"

Cairo, 30 Agustus 2012

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More